Home / Beritakini / Polisi Sebut Pelaku IWS Diduga Aniaya Aktivis Hanya Karena Mabuk

Polisi Sebut Pelaku IWS Diduga Aniaya Aktivis Hanya Karena Mabuk

BERITAKINI talentafmnews.com – Polisi sebut IWS si pelaku penganiayaan Ketua LSM Jati NTB, melakukan penganiayaan diduga hanya karena berada dibawah pengaruh minuman keras.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Mataram NTB Kompol Kadek Adi Budi Astawa,ST, SIK yang didampingi Kapolsek Ampenan, Kamis 23/9/2021 saat Konferensi Pers di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram.

Pelaku yang kini ditetapkan jadi tersangka yang beralamat di Lingkungan Batu Dawe Tanjung Karang, Kota Mataram tersebut disebut sebagai tersangka utama.

IWS 35 tahun itu ditangkap jajaran Tim Opsnal Polsek Ampenan dan anggota Opsnal Reskrim Polresta Mataram beberapa jam setelah korban yakni Saddam Husen selaku Ketua Jati NTB, melaporkan kejadian yang menimpanya.

“IWS yang dalam keadaan pengaruh alkohol tiba-tiba menghampiri korban saat lagi duduk santai di teras Alfamart di daerah Tanjung Karang,”kata Kasat.

Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan ke Polsek Ampenan, sehingga langsung direspon, Tim langsung menuju TKP untuk mengecek dan mencari informasi perihal kejadian tersebut. Akibat dari pemukulan itu korban mengalami lebam dan sedikit bengkak di bagian mata kiri, sehingga terasa sakit bila merunduk.

“Kami langsung melakukan olah TKP, dari keterangan saksi-saksi dan korban serta rekaman CCTV yang terpasang di Alfamart tersebut, kami langsung mengetahui dan memburu pelaku,” Ungkap Kasat Reskrim.

Dari data yang di kumpulkan dan berdasarkan rekaman CCTV maka Tim Opsnal memburu pelaku ke rumah nya di Lingkungan Batu Dawe. Saat dilakukan penangkapan tersangka masih dalam keadann mabuk, dan langsung diamankan di Polresta Mataram.

“Terduga nya sudah ditetapkan tersangka, sesuai keterangan korban dan bukti-bukti yang kami peroleh serta pengakuan tersangka saat kami Interogasi,” ungkap Kadek lagi.

Menurut Kadek, respon cepat ini di lakukan oleh jajaran Polresta Mataram guna menghindari hal-hal yang kemungkinan terjadi atas peristiwa yang di lakukan Tersangka terhadap korban.

“Kami antisipasi kemungkinan muncul masalah baru seperti pembalasan yang mungkin ingin dilakukan oleh teman-teman ataupun keluarga korban karena merasa tidak terima atas pemukulan ini, sehingga Tim bersama Polsek Ampenan bertindak cepat dan tegas,” ungkap Kadek.

Atas pembuatan tersangka IWS, maka kami menyediakan tuntutan dengan Pasal Penganiayaan yaitu 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara.(tim)

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.