Home / Beritakini / Polisi Tembak Polisi, Kasta NTB Minta Kapolres dan Kapolda dicopot!

Polisi Tembak Polisi, Kasta NTB Minta Kapolres dan Kapolda dicopot!

BERITAKINI talentafmnews.com – Buntut kasus Polisi tembak Polisi, Kasta NTB melalui DPD Lombok Timur (Lotim), minta Kapolri copot Kapolres dan Kapolda NTB.

Ketua Kasta NTB DPD Lombok Timur, Daur Tasasul SH.MH, kamis 28/10/2021 mengatakan, sangat menyayangkan kasus penembakan oleh oknum anggota Polres Lombok Timur terhadap rekannya yang sama-sama bertugas di wilayah hukum Polres Lombok Timur.

Bahwa kasus tersebut sangat merugikan instansi Polri, bagaimana tidak hal tersebut telah mengakibatkan preseden yang sangat buruk bagi citra Polri itu sendiri.

“Sehingga masyarakat akan berfikir bahwa saat ini telah hilang fungsi dan marwah Polri yang mengayomi dan melindungi masyarakat,”tansas Daur Tasasul.

Kasta NTB DPD Lotim, mempertanyakan eksistensi Kapolres Lotim dalam memimpin, membina, mengawasi dan mengendalikan Satgas di Polres Lotim

“Kapolres merupakan pimpinan Polres yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kapolda,”imbuh Daur.

Daur lebih jauh memaparkan sederet tugas Kapolres. Antara lain, memimpin, membina, mengawasi, dan mengendalikan satuan organisasi di lingkungan Polres dan unsur pelaksana kewilayahan dalam jajarannya.

“Selain itu, Kapolres bertugas memberikan saran pertimbangan kepada Kapolda yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya,”jelas Daur.

Hal tersebut lanjut Daur, sesuai dengan amanat dari Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 23 tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor.

“Kami Kasta NTB DPD Lotim, mempertanyakan peran aktif seorang Kapolres Lombok Timur sebagai pemimpin yang wajib melakukan pengendalian Satuan Organisasi di Lingkungan Polres Lombok Timur,”

“Kenapa bisa terjadi kasus penembakan antara anggota polri yang mengakibatkan tewasnya anggota polres Lombok Timur, apakah pembinaan dan pengawasan tidak pernah dilakukan oleh Kapolres Lombok Timur?”tanya Daur.

Kasta NTB menilai kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum kian merosot. Penilaian ini sangat mungkin akan terus bergerak turun melihat banyaknya kasus yang sampai hari ini tidak mampu diselesaikan Aparat Penegak Hukum (APH).

Ditambah lagi dengan persoalan-persoalan yang belum terkuak di wilayah Hukum Lombok Timur.

“Kami khawatir, mereka yang tak puas dan tak yakin bahwa sebuah kasus akan diselesaikan secara adil melalui hukum formal, akhirnya memilih mengambil langkah menghakimi pelaku dengan cara mereka sendiri.”ucapnya.

Terlebih persoalan pembunuhan yang dilakukan di tubuh Polri sendiri yang baru-baru ini menjadi sorotan pusat. Masyarakat semakin ragu seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat (4) di jelaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

“Maka kami Kasta NTB DPD Lotim menyatakan sikap segera copot Kapolres Lombok Timur dan Kapolda NTB! Dan kami akan kawal tuntutan ini sampai ke Presiden RI, Kapolri, Kompolnas, Irwasum Polri. Dan dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan Aksi, guna tercapainya tuntutan,”pungkas Daur Tasasul.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto saat diminta Konfirmasi terkait pernytaan keras Kasta NTB DPD Lotim tersebut via WA-nya, belum memberikan jawaban.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.