Home / Olahraga / PSSI KLU Dinilai Kurang Profesional Pada Pelaksanaan Kompetisi Pra Liga 3

PSSI KLU Dinilai Kurang Profesional Pada Pelaksanaan Kompetisi Pra Liga 3

LOMBOK UTARA (NTB) talentafmnews.com -Perhelatan kompetisi resmi Pra Liga 3 ASKAB PSSI Lombok Utara, diduga menyisakan beberapa permasalahan serta konflik di masyarakat.

Khususnya untuk kompetisi Pra Liga 3 Zona Kecamatan Pemenang, PSSI sebagai panitia penyelenggara dinilai tidak professional, tidak konsisten dan terbuka dalam pelaksanaan olah raga sportifitas tersebut.

Penilaian itu bermula pada Senin 22/8/2022, pada pukul 16:05 Wita,w di Lapangan GOR Mini Pemenang, Dusun Karang Montong Lauk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang.

Saat itu Club yang bertanding adalah kesebelasan Putra Wisata Nipah VS Bayu Putra FC Dusun Karang Pangsor. Pertandingan itu berlangsung selama 2 x 40 menit dan berakhir pada pukul 18.03 Wita dengan skor akhir 0-1 yang dimenangkan oleh Club Bayu Putra FC.

Namun, hasil itu tidak bisa dinikmati Club Bayu Putra FC, karena ternyata mereka gagal lolos untuk bertanding di fase selanjutnya,  hal ini karena pihak PSSI  Lombok Utara mendiskualifikasi club tersebut.

Manager Club Bayu Putra FC, Arif pada Selasa 30/8/2022 kepada Talenta FM dalam rilisnya menyampaikan, surat keputusan ASKAB PSSI Lombok Utara yang berisi tentang Diskualifikasi terhadap Club Bayu Putra FC tersebut, dinilai merupakan keputusan sepihak dan tidak profesional.

Keputusan itu menurut Arif, dilakukan tanpa tahapan mediasi, serta investigasi terlebih dahulu. Dimana ampai saat ini belum bisa dibuktikan siapa pelaku yang diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu pemain Putra Wisata Nipah FC.

“Ini bukan persoalan bela membela terhadap salah satu club, tapi untuk bagaimana PSSI lebih teliti dan berhati-hati dalam mengambil keputusan,”imbuh Arif.

Sementara itu pembina salah satu Club Bola di Kecamatan Tanjung, Hairul Anam menambahkan, keputusan yang diambil oleh PSSI  Lombok Utara terkesan tergesa-gesa dan diduga tidak prosedural.

Seharusnya lanjut Hairul Anam, keputusan penting seperti itu harus melalui kajian dengan mempertimbangkan pakta dan data supaya keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu club.

“Saya rasa keputusan PSSI KLU yang memberikan sangsi diskualifikasi kepada PS Bayu Putra FC tanpa dilakukan mediasi dan investigasi terlebih dahulu sangat tidak profesional,”tandasnya.

Ia berharap tidak ada club lain yang ada di KLU mendapatkan perlakuan serupa. Sehingga harus ada perbaikan di tubuh PSSI KLU untuk mendapatkan kompetisi sepak bola yang lebih baik kedepannya,”pungkas Hairul yang juga sebagai Ketua Forum Kadus (FKADUSLU) ini.

Sementara itu, Sekjend ASKAB PSSI Lombok Utara, Budiawan dikonfirmasi via WA belum memberikan tannggapan.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.