Home / Peristiwa / PT.Angkasa Pura I Bandara Lombok: Rapid Test Diniatkan Untuk Memudahkan Penumpang Dan Tak Harus Di Bandara

PT.Angkasa Pura I Bandara Lombok: Rapid Test Diniatkan Untuk Memudahkan Penumpang Dan Tak Harus Di Bandara

BERITAKINI talentafmnews.com, Lombok Tengah – Rapid Test yang ada di area Bandara Internasional Lombok, diniatkan untuk memudahkan penumpang dan tak harus dikakukan di Bandara. Demikian disampaikan, Communication & Legal Manager PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Lombok, Arif Haryanto, Senin 27/7/2020 secara tertulis kepada Radio Talentafm.

Lebih lanjut Arif Haryanto menyampaikan, persyaratan dan ketentuan yang berlaku bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dengan pesawat udara merupakan kebijakan resmi Pemerintah Republik Indonesia.

“Pihak PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Lombok sebagai operator bandar udara, wajib mengikuti dan melaksanakan regulasi dan ketentuan yang berlaku tersebut,”katanya.

Arif Haryanto memaparkan, peraturan terkait kewajiban untuk menunjukkan hasil Rapid Test Nonreaktif bagi para calon penumpang pesawat udara antara lain yaitu:

a. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 tanggal 8 Juni 2020.

b. Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 tanggal 26 Juni 2020. Pada huruf F bagian 2b ayat 2) dinyatakan:
_“Setiap individu yang melakukan perjalanan dengan transportasi umum darat, perkeretapian, laut, dan udara harus memenuhi persyaratan menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil nonreaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan”_

c. Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Di Bandar Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Covid-19 tanggal 26 Juni 2020 yang menyatakan bahwa:
_“Penumpang dan awak alat angkut yang akan melakukan perjalanan dalam negeri harus memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari, sejak surat keterangan diterbitkan; dan kartu kewaspadaan sehat atau Health Alert Card (HAC)”_

d. Surat Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor: 550/788/Dishub/2020 tentang Pengaturan dan Pengendalian Transportasi di NTB tanggal 9 Juni 2020 yang menyatakan bahwa:
_“Pelaku perjalanan masuk/keluar NTB melalui bandar udara wajib memenuhi syarat kesehatan negatif Covid-19 berbasis PCR atau surat keterangan nonreaktif rapid test”

Dalam pernyataan tertulis tersebut, Arif Haryanto juga menyampaikan mengenai peraturan terkait batasan tarif untuk pemeriksaan rapid test, yaitu: Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi tanggal 6 Juli 2020 yang menyatakan bahwa:

1) Batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp150.000.
2) Besaran tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test atas permintaan sendiri.
3) Pemeriksaan rapid test antibodi dilaksanakan oleh Tenaga Kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
4) Agar fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan.

Selain itu, ada juga peraturan terkait penyediaan fasilitas pemeriksaan rapid test di bandara, yaitu:  Surat Menteri Perhubungan Nomor AJ.001/1/12 PHB 2020 tentang Peningkatan Pelayanan Perjalanan Orang tanggal 29 Juni 2020, yang menyatakan bahwa:

1. Dalam rangka mempermudah masyarakat yang akan melakukan perjalanan guna memenuhi persyaratan kesehatan yang lebih cepat serta dengan biaya yang terjangkau sesuai dengan yang dipersyaratkan, agar operator sarana transportasi dan operator prasarana transportasi dapat melakukan kerjasama dengan pihak penyedia layanan fasilitas kesehatan/laboratorium dalam rangka penyelenggaraan uji tes PCR/rapid test .
2. Guna menjaga kualitas pemeriksaan dan hasil pemeriksaan uji tes PCR ataupun rapid test tersebut, dalam memilih mitra kerjasama sebagaimana dimaksud pada angka (1) wajib berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Arif Haryanto menegaskan, kalau PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Lombok, tidak pernah mengharuskan calon penumpang pesawat udara untuk melakukan rapid test di bandara.

“Para calon penumpang bisa melakukan rapid test di institusi-institusi kesehatan manapun sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan,”imbuhnya.

Keberadaan fasilitas pelayanan rapid test di area Bandara Lombok lanjut Arif Haryanto, adalah murni untuk memudahkan calon penumpang dan masyarakat umum dalam memenuhi persyaratan perjalanan sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI.

Pemeriksaan terkait kelengkapan dokumen perjalanan calon penumpang (termasuk hasil rapid test nonreaktif) saat di bandara jelas Arif Haryanto,  dilakukan oleh Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram dan pihak maskapai penerbangan serta diawasi oleh Tim Satgas Pengamanan Bandara Lombok yang terdiri dari personel TNI-AU, TNI-AD, dan Polri.

Apa yang disampaikan tersebut tutup Arif Haryanto, sekaligus menanggapi pemberitaan pada tanggal 26 Juli 2020,  yang domuat talentafmnews.com berjudul “Dinilai Janggal, Kasta NTB Kecamatan Pujut, Pertanyakan Rapid Tes Yang Dilakukan PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok”.

Dinilai Janggal, Kasta NTB Kecamatan Pujut, Pertanyakan Rapid Tes Yang Dilakukan PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.