Home / Beritakini / PT.Samara Lombok, Bantah Pernyataan GEMPUR

PT.Samara Lombok, Bantah Pernyataan GEMPUR

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Pihak PT.Samara Lombok, membantah pernyataan LSM Gerakan Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat (GEMPUR) Praya Barat Daya yang menuding perusahaan tersebut diduga melakukan premanisme.

Baca: https://www.talentafmnews.com/diduga-premanisme-izin-pt-samara-lombok-diminta-dicabut/

Local Partner PT. Samara Lombok, Agung Partama Wasa via WA kepada Radio Talenta Lombok menjelaskan, kalau justeru Chief Security PT.Samara Lombok atas nama Mustamin diduga ditebas oleh seorang warga berinisial A yang diduga diprovokasi oleh Idham ,itu sesuai video yg beredar dan saksi di lapangan.

“Perkara ini sudah kami laporkan ke Polres Loteng. Jadi yang preman sebenarnya siapa?”kata Agung.

Pada peristiwa itu lanjut Agung, pihaknya ingin membuka pagar sesuai haknya atas 2 buah sertifikat dan akta Jual Beli yang resmi sesuai hukum yang berlaku.

Untuk membuka pagar tersebut lanjut Agung, pihaknya didukung oleh beberapa LSM yang gerah melihat satu kelompok warga dan faktanya hanya satu keluarga, yang dinlai mengganggu dan menghambat pembangunan pariwisata di Torok.

“Sehingga wargapun terhenti kerjanya sejak lama,”imbuhnya.

LSM yang mendukung pihaknya lanjut Agung,  tidak ada yang membawa senjata dan tidak ada bukti menyerang warga. Hal itu terbukti dari tidak adanya korban dari pihak warga.

“Sampai saat ini kami diam saja, tidak ada aksi apa-apa, kami tidak mau staff atau security kami ditebas lagi oleh oknum satu keluarga yang justru bertindak premanisme,”ungkap Agung.

Pihaknya lanjut Agung, menunggu putusan pengadilan, hanya pihak Idham saja yabg memblow up situasi seolah-olah chaos.

“Saya bertindak atas nama pribadi sebagai pemilik lahan yang sah sesuai sertifikat dan akta jual beli, tidak ada hubungan dengan perusahaan,”terangnya.

LSM lanjut Agung, membantu dirinya dan masyarakat sekitar yang terganggu kesempatan kerjanya. Bantuan diberikan secara damai dan persuasif, tanpa senjata, sehingga tidak ada korban jatuh gegara pihaknya.

“Justeru Security PT. Samara yang jadi korban,”tandasnya.

Agung, memohon maaf bila aksi hari sabtu lalu telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Tidak ada maksud pihaknya seperti itu.

“Kami tidak ada melakukan pengancaman apapun kepada masyarakat, hanya dukungan dari LSM kepada saya untuk negosiasi dengan Agul cs, bukan utk perang,”tambahnya.

“Sekali lagi, justru security kami yang ditebas. Dan sampai saat ini kami tidak ada melakukan perlawanan ataupun balas dendam. Kami tetap ingin menjaga situasi kondusif, kami serahkan kepada putusan pengadilan,”tutupnya.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.