Home / Beritakini / Pupuk Melambung Tinggi, Gempar NTB “Gemparkan!” Distanbun Provinsi

Pupuk Melambung Tinggi, Gempar NTB “Gemparkan!” Distanbun Provinsi

BERITAKINI talentafmnews.com – Harga pupuk melambung tinggi, rabu 12/1/2022, LSM Gempar NTB menindaklanjuti dengan hearing dan klarifikasi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB.

Pada giat tersebut, Sekertaris Jendral (Sekjen) LSM Gempar NTB, Suburman menyampaikan, kedatanganya ke Dinas tersebut untuk menindak lanjuti keluhan dan aduan masyarakat petani NTB terkait dengan harga penjualan pupuk bersubsidi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tingginya harga pupuk yang melambung tinggi dari HET ini sangat menyiksa dan merugikan petani,”ujar Suburman.

Untuk itu, LSM Gempar NTB menuntut, agar Kepala dinas terkiat dan Ketua Komisi Pengawasan Pupuk, untuk sidak keseluruh kios pengecer turun lansung ke Petani.

Selsnjutnya, menuntut agar oknum distributor dan kios pengecer yang menjual pupuk subsidi melampaui HET yang telah ditentukan oleh pemerintah, agar ijin pengecernya dicabut.

“Kami berharap agar pemerintah betul-betul mengawasi secara ekstra ketat terkait pendistribusian pupuk bersubsidi ini,”tegas Suburman.

Menambahkan apa yang disampaikan Sekjend-nya, Ketua Umum (Ketum) Gempar NTB, Hamzan Halilintar menyatakan, ada beberapa permasalahan yang ada di lapangan yang ditemukan berdasarkan hasil investigasi Gempar NTB.

“Selain harga pupuk bersubsidi yang melambung diatas HET, juga ditemukan pendataan yang tidak akurat. Rencana Depfinitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK yang tidak valid, tidak tepat waktu dan alokasi yang belum tepat sasaran,”ungkap Hamzan.

Belum lagi terjadi pemotongan jatah dari 100% menjadi 70%, sehingga kedepan diharapkan supaya pengelolaan tata kelola terkait pupuk oleh  pemprov lebih baik.

Hearing dan Klarifikasi Gempar NTB tersebut, langsung diteriama oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Riadi, SP, M.Ec didampingi, Kabid terkait dan Pengawas Lapangan.

Seliain itu dihadiri juga oleh pihak terkait lainya, seperti perwakilan dari Pupuk Republik Indonesia (Pusri), Yono dan Kepala Dinas Perdagan Provinsi NTB.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Diastanbun Provinsi NTB, Muhammad Riadi menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mencabut izin pengecer yang terbukti melakukan penjualan diatas HET.

“Dan insyaAllah besok, kami akan turun dengan tim pengawas dan pihak distributor untuk temui pengecer yang diduga nakal menjual diatas HET tersebut,”janji Kadis.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.