Home / Peristiwa / Ragam Bunga Nan Indah Bermekaran Di Pameran Mini SDN 1 Barejulat

Ragam Bunga Nan Indah Bermekaran Di Pameran Mini SDN 1 Barejulat

BERITAKINI talentafmnews.com – Ragam bunga nan indah, bermekaran di Pameran Mini SDN 1 Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Bunga-bunga itu, bukan bunga sembarang bunga. Bunga-bunga itu, bunga yang tak layu dimakan waktu. Ada bunga Anggrek, Mawar, Tulip, Bunga Matahari dan banyak lagi bunga-bunga yang lainya yang terbuat dari sampah plastik.

Aneka jenis bunga cantik yang mempesona yang dipamerkan pada rabu 18/12/2019 itu, merupakan hasil karya siswa siswi SDN Barejulat dan masyarakat setempat.Selain ragam bunga cantik itu, dipamerkan pula bibit tanaman dari seorang pegiat tanaman yang ada di Barejulat yakni binit tanaman anggur dan yang lainya.

Bukan itu saja, pada stand mini itu, juga ikut dipamerkan aneka kuliner jajanan ringan yang merupakan hasil olahan industri rumahan dari sebuah Kelompok Tani Wanita Desa Barejulat.

Kapala Sekolah (Kasek) SDN 1 Barejulat, Drs. H.Nursim,S.pd dalam sambutanya pada acara pembukaan pameran mini itu menyampaikan, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, sesuai dengan pengembangan kurikulum yang ada, pihaknya bersama guru dan masyarakat sekitar berupaya untuk kembangkan ketrampilan pada siswa siswinya.

Maka dimulaihlah pada sekitar bulan oktober lalu, pihaknya melaksanakan kegiatan pelatihan ketrampilan berupa pembuatan bunga dari sampah plastik yang bekerjasama dengan komunitas disabilitas Bunga Sampah Lestari Lombok (BSSL).

“Ini berawal dari salah seorang siswa kami yang membawa bunga dari sampah ke sekolah. Saya kemudian menanyakan siswa itu, siapa yang ajari membuat ini. Barulah kami ketahui kalau siswa kami itu adalah anak dari alumni SDN 1 Barejulat, beliau adalah Bapak Andi,”tutur Kasek.

Maka kini Pak Andi bersama sejumlah warga desa lainya, seperti Ibu Henny serta rekan-rekan Dipable lainya dintaranya Abdul Asiz Suhadi yang telah lama menggeluti ketrampilan membuat bunga dari sampah tersebut. Merka menjadi motifator dalam kegiatan yang sangat bermamfaat tersebut.

“Pameran mini ini, sebagai salah satu ajang memberikan motifasi kepada anak didik dan juga masyarakat yang telah dengan semangat berlatih dan membuat bunga hingga menghasilkan karya yang luar biasa. Lihat saja, bunga-bunga itu mirip seperti aslinya, bahkan lebih indah,”ujar Kepala Sekolah.

Pihak sekolah, para motifator dan pelatih, sejauh ini masih bekerja secara swadaya karena masih terkendala anggaran. Walau demikian semua bekerja2 dengan ihklas. Pelatih selalu hadir pada saat pelatihan dilaksanakan yakni pada setiap hari jumat sore, untuk melatih 10 orang siswa yang digadang sebagai pelopor dengan harapan nantinya bisa ditularkan ke siswa yang lainya.

Adapun Pengawas TK-SD Kecamatan Jonggat, Hj. Sitia Aisyah S.Pd dalam sambutanya, memberikan apresiasi kepada pihak SDN 1 Barejulat yang telah melaksanakan kegiatan Pameran Mini tersebut. Seingatnya, kegiatan semacam itu, baru pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Jonggat.

“Hal ini sangat kami apresiasi. Dan ini pertama kali diadagakan digugus 07 Barejulat. Apalagi yang dipamerkan luar biasa, seperti asli dan tampaknya ini memiliki nilai jual dan saya yakin laku bunga-bunga itu kalau dijual,”kata Hj. Siti Aisyah.

Kegiatan itu lanjut Hj.Siti Aisyah, bisa masuk dalam penilaian pelajaran yang terkiat dengan ketrampilan seperti Pelajaran Seni dan Budaya. Apalagi dari kegiatan tersebut sudah jelas hasilnya sehingga bisa dengan mudah memberikan penilaian.

“Tarimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, khususnya tim dari Bunga Sampah Lestari Lombok yang telah mau memberikan pelatihan kepada siswa siswi SDN 1 Barejulat ini. Sekolah lain, bisa mengikuti jejak SDN 1 Barejulat ini. Ini sangat baik sekali,”imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, Didik Ariesta,S.Ag dalam sambutanya pada acara tersebut menyampaikan, sebagai alumni SDN 1 Barejulat, moment itu baginya merupakan moment yang sangat membahagiakan dan membanggakan.

Menurutnya peristiwa itu merupakan peristiwa bersejarah karena untuk pertama kali diselenggarakan di gugus 07 tersebut. Apalagi kegiatan itu digelar diwaktu yang tepat yakni jelang usainya ujian semester dan pembagian raport.

“Ini ide yang sangat bagus, kalau tadinya ada wali murid yang protes karena anaknya pulang agak telat, tatapi kalau mengetahui putra putrinya dilatih membuat karya seperti ini pasti akan senang dan bahkan balik mendukung. Apalagi dengan kegiatan ini, bisa menjadi filter bagi anak-anak kita yang begitu dahsyatnya dipengaruhi untuk bermain hape,”katanya.

Selain itu lanjut Didik Ariesta, kegiatan itu sangat bermamfaat bagi perkembangan dan kehidupan anak-anak kedepan dalam menyonsong era milenium yang makin penuh persaiangan. Setidaknya, anak-anak yang ikut kegiatan tersebut, punya salah satu senjata untuk ekonomi mereka kelak.

“Yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah-red) saya, hal ini butuh penyaluran. Maka harus ada pangsa pasarnya, nanti akan saya coba bicarakan dengan eksekutif terkait. Karena kalau tidak ada pasarnya, maka (produksi) akan menumpuk,”tukasnya.

Saat ini lanjut Didik Ariesta, dirinya terpilih kembali menjadi anggota DPRD Lombok Tengah dari Daerah Pemilihan Jonggat-Pringgarata untuk yang kedua kalinya dan duduk di Komisi II DPRD yang membidangi pertanian, perdagangan dan perindutrian dan bukan di pendidikan, namun dirinya akan tetap menyuarakan hal itu ke dinas terkait.

“Saya sangat mensuport kegiatan ini. Kita lihat bagaimana Lombok Barat direpotkan dengan persoalan sampah, semoga kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah di Lombok Tengah,”tandas Didik Ariesta yang merupakan politisi muda PBB ini.

Sementara itu, Ketua BSLL, Abdul Azis Suhadi dalam penyampainya pada Pameran Mini tersebut mengatakan, sejauh yang ia ketahui, Pameran Mini Bunga Sampah seperti di SDN 1 Barejulat itu, pertama kali dilaksanakan di Lombok Tengah. Untuk itulah, kegiatan di SDN I Barejulat itu menjadi percontohan.

Kegiatan itu lanjut Asiz, sapaan akrab pria korsi roda ini, merupakan bentuk kepedulianya terhadap ketrampilan anak-anak, sekaligus mendukung program zero waste yang saat ini sedang digalakkan oleh Ibu Wakil Gubernur.

“Maka kami mencoba bagaimana membudidayakan, bagaimana sampah yang menjijikkan dan berada diujung kaki itu bisa mejadi barang yang berharharga, seperti yang sama-sama kita saksikan saat ini,”katanya.

Hal itu sejalan dengan program Zero Waste dengan tiga pokok prilaku yang harus dilaksanakan. Antara lain, menggunakan kembali barang atau sampah dengan tanpa merubah bentuk. Berhenti menggunakan barang-barang yang akan menjadi sampah plastik dan mendaur ulang kembali sampah plastik menjadi barang berharga kembali.

“Selain itu, membuat bunga ini ada nilai jualnya. Di Kawasan KEK Mandalika, kami telah diberikan satu lapak di Bazzar Mandalika sebagai galery untuk memajang bunga-bunga kreasi dari sampah ini. Kami yakin kedepan akan punya prospek  dan pasar yang bagus sebagai salah satu oleh-oleh khas Lombok,”tandas Asiz.

Adapun aneka jenis bunga yang telah dilatih pihaknya lanjut Asiz antara lain, bunga tulip, bunga anggrek, bunga mawar, bunga matahari, bunga lavender, bonsai kelapa, bunga kertas dan sejumlah bunga lainya.

Adapun Pegiat Tanaman Desa Barejulat, Rahmat mengatakan, dirinya ikut sekedar berpartisipasi dalam pameran mini tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sangat baik sebagai salah satu ajang pembuktian bagi siapa saja untuk menunjukkan apa yang telah dilakukan untuk membangun bangsa.

“Seperti yang dianjurkan pemerimtah, saya telah lama tekun dalam bidang pertanian. Saya suka menanam. Dan hasil yang saya peroleh dari apa yang saya lakukan ini luar biasa. Maka saya berhayal bisa diikuti oleh masyarakat yang lain,”katanya.

Rahmat menyatakan, dirinya hanya bisa sekedar bercerita atas apa yang digelutinya selama ini. Karena untuk berbicara tentang pertanian dan tanaman ia merasa masih belum layak.

“Tetapi saya puya stok sekitar 500 bibit anggur di rumah, kalau warga barejulat ada yang berminat mau menanam, saya akan berikan secara gratis. Dan bila semua yang dapat itu menanam dan merawat dengan baik, maka anak cucunya akan bisa menikmati buah anggur dari halamanya sendiri,”ucapnya.

Usai prosesi pembukaan pameran, Sekdes Barejulat Rozi Arpan secara terpisah kepada Talentafm menyatakan,  mendukung penuh dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Apalagi hal itu merupakan salah satu cara untuk memberdayakan siswa siswi disekolah tersebut, yang sebenarnya bisa diikuti oleh masyarakat secara umum di Desa Barejulat.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya peluang agar kegiatan pelatihan pembuatan bunga dari sampah itu bisa disentuh oleh pemerintah desa. Sekdes memgatakan kalau peluang itu sangat besar.

“Kegiatan itu bisa masuk ke bidang pemberdayaan pembangunan desa barejulat. Nanti kita akan coba musyawarahkan sesuai dengan aturan yang ada agar kegiatah itu bisa dianggarkan oleh desa,”katanya.(dengar pernyataan lengkap Sekdes ini di 107.7 Talentafm)

Saat ditegaskan apa kemungkinan besar bisa menjadi program kegiatan tahun 2020, Sekdes Barejulat ini berjanji akan berusaha untuk menganggarkan kegiatan itu tahun 2020.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.