Home / Beritakini / Rakyat Loteng! Menanti “Nyanyian Merdu” dr.Langkir di Kejaksaan Besok!

Rakyat Loteng! Menanti “Nyanyian Merdu” dr.Langkir di Kejaksaan Besok!

BERITAKINI talentafmnews.com – Rakyat Lombok Tengah (Loteng) NTB, menanti “nyanyian merdu” Direktur RSUD Praya, dr.Muzakir Langkir, pada selasa 21/12/2021 di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Besok dr.Langkir, sapaan akrab Direktur yang beberapa waktu lalu sempat didemo berjilid-jilid diminta dipecat dari jabatanya ini, akan diperiksa  oleh pihak Kejaksaan.

Dan melalui Kuasa Hukumnya, Lalu Anton Hariawan SH.MH, dr.Langkir dipastikan hadir untuk memenuhi panggilan Jaksa untuk kedua kalinya itu, setelah Langkir sempat diisukan mangkir pada panggilan pertama yang telah dibantah juga oleh Anton.

Atas kesiapan dr.Langkir hadiri panggilan Jaksa besok, sejumlah aktivis menyampaikan komentar melalui Talentafm.

Adalah Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris, senin 20/12/2021 berharap, agar dr.Langkir kapasitasnya sebagai Dirut RSUD Praya,  dapat memberikan keterangan sedetail-detailnya atas masalah yang dituduhkan terhadap dirinya.

“Harus detail penjelasanya, termasuk kemana saja aliran dana diberikan, supaya disebutkan saja! Agar jangan publik menilai Dokter Langkir sebagai single fighter yang bekerja sendiri dan untuk kepentingan sendiri,”kata LWH, akronim pria gondrong ini.

Kasus UTD ini, memang masih dalam tahap penyidikan dan belum ada penetapan tersangka. Tetapi pihaknya berharap,  dokter Langkir kooperatif serta mau membuka masalah dugaan Korupsi ini dengan terang benderang.

“Itu agar siapapun yang ikut serta menikmati, dapat dimintai pertanggungjawaban hukum,”imbuh LWH.

Kasus dugaan Korupsi BPPD UTD ini, sudah cukup lama berada di meja aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah.

“Maka kalaupun ada penetapan tersangka ya anggaplah sebagai kado akhir tahun yang membahagiakan dari kejaksaan untuk rakyat Lombok Tengah,”lanjut LWH.

Apa lagi selama ini, rakyat Lombok Tengah cenderung tidak percaya kepada penegakan hukum terhadap kasus-kasus dugaan Korupsi di Lombok Tengah yang sudah dilaporkan dapat dituntaskan.

“Apalagi ini menyangkut pejabat birokrasi setingkat eselon dua, tentu publik berharap agar kasus ini segera menunjukkan titik terang dengan penetapan tersangka dan bila perlu lakukan penahanan,”tandas LWH via WA-nya.

Aktivis lainya, Lalu Iqra Hafiddin via WA juga kepada Talentafm menyatakan, dr.Langkir harus membuka semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Saya pikir besok pagi, dr Langkir harus membuka secara terang benderang terkait BLUD RSUD Praya ini. Memberikan keterang tentang BLUD RSUD , sebab dr langkir menurut saya salah satu saksi kunci yang akan membuka secara terang benderang sperti apa sbenarnya (kasus ini-red). jelas Iqra sapaan akrabnya.

dr Langkir lanjut Iqra,  tidak boleh ragu-ragu untuk membuka tabir terkait BLUD tersebut dan berharap dr Langkir juga menanyakan secara terbuka kepada Kejaksaan, mana kerugian yang Kejari bilang Rp.2,9 M. Atau Rp. 700 juta an per empat bulan hitungan Kejaksaan Negeri Loteng itu.

“Saya berharap Dr langkir membuka tabir ini secara terang benderang. Jangan takut dan menutupi apapun . Agar terungkap semua secara jelas dan terang . Sebab setau saya salah seorang mantan bupati di Loteng, (menyebut nama-red)  dimintai juga keterangan sebagi saksi besok hari Kamis,”

“Jadi kita sangat menunggu keberanian dr. Langkir untuk jujur dan membuka tabir ini secara terang benderang,”pungkas Iqra.

Sementara itu, Muhammad Sahirudin alias Daink mengatakan, agar tidak terus menerus menjadi fitnah keji dan pembunuhan karakter terhadap Dirut RSUD Praya saat ini, seyogjanya pihak Kejaksaan Negeri, se-segera mungkin menetapkan oknum tersangka masalah kasus UTD/BLUD di kabupaten Lombok Tengah.

Dengan suatu pertimbangan lanjut Daink, ketika sudah ada salah satu oknum yang ditetapkan menjadi tersangka, maka oknum tersebut diharapkan bisa “menyanyikan lagu balonku ada lima”,

“Sehingga dapat menambah oknum tersangka baru lain, yang ikut mendapat aliran dana hasil jual beli darah alias ikut menjadi ‘vampir’ di RSUD Praya,”tegas Sekjen Pemuda Pancasila Lombok Tengah ini.

Adapun Ketua Umum LSM Lidik NTB, Sahabudin alias Citung menyatakan, sebaiknya dr. Langkir terbuka soal pengelolaan BLUD RSUD Praya.

Karena sudah jadi rahasia umum, banyak yang mengeluhkan pelayan di RSUD Praya, apalagi pendapatan beberapa tahun ini, kalah dengan RSUD Awet Muda di Narmada milik Pemkab Lobar.

“Hal itu, menunjukan ada hal yang salah dalam pengelolaan di RSUD Praya. Jadi masyarakat sangat berharap dr. Langkir untuk berani jujur. Berani jujur, langkir hebat !!!” pungkas Ketum LSM yang telah “penjarakan” salah seorang mantan kades di Lombok Tengah ini.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.