Home / Peristiwa / Ratusan Kamar Hotel di The Mandalika Takut Terima Booking

Ratusan Kamar Hotel di The Mandalika Takut Terima Booking

BERITAKINI talentafmnews.com – Pengelola ratusan kamar hotel di kawasan The Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah NTB, tak berani terima reservasi.

Hal tersebut diungkap oleh Presiden Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM), Lalu Alamin, pada Jumat 24/12/2021 dalam sebuah kesempatan di Praya.

Ratusan kamar yang tersebar pada sejumlah villa dan hotel tersebut terancam tidak bisa terakomodir sebagai bagian dari akomodasi giat motoGP 2022 karena terancam banjir.

“Kami pengelola property yang berada dekat dengan sungai tidak berani menerima pesanan. Itu karena takut tidak ada solusi atas banjir yang kerap terjadi di sekitar hotel kami,”kata Lalu Alamin.

Disaat hotel-hotel lain yang tidak terdampak banjir sudah penuh dibooking untuk perhelatan motoGp, hotel-hotel yang terdampak banjir hingga saat ini tidak berani menerima pesanan.

“Mereka tidak mau berspekulasi ambil resiko ditengah masih adanya ancaman banjir yang akan melanda hotel atau villa mereka. Karena itu bukan soal kerugian, namun nyawa orang,”jelas Lalu Alamin.

Di sisi lain, ITDC selaku pengembang kawasan, tidak mau melakukan tindakan pencegahan banjir bila lokasi tersebut tidak masuk dalam kawasan yang menurut mereka bukan menjadi tanggungjawabnya.

“Di kawasanya sendiri, ITDC menurunkan alat berat yang menurut kami kecil dan sekali dipakai langsung mogok. Bagaimana mau berbuat untuk diluar kawasan,”tandas Lalu Alamin.

Salah seorang bule pengelola property hotel and villa, Michael menuturkan, paska terjadinya terjangan banjir yang melanda villa-nya, membuat dirinya was-was ketika hujan mulai turun di kawasan tersebut.

“Apalagi saya punya anak gadis yang selalu ketakutan, kalau-kalau nanti terjadi banjir. Selama masalah banjir di Kuta ini tidak teratasi, kami semua tidak bisa tenang,”tuturnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala BWS Nusa Tenggara I, Dr.Ir. Hendra Ahyadi MT mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Lombok Tengah terkait dengan hal tersebut.

Bahkan telah memiliki gambar tindak lanjut dalam jangka pendek untuk segera mengatasi persoalan banjir tersebut. Salah satunya dengan melakukan normalisasi fungsi sungai.

“Kanal banjir barat telah selesai dibangun sementara kanal banjir timur sudah memasuki tahap design. Semua akan dikerjakan dengan cepat agar banjir tidak lagi terjadi dikawasan prioritas tersebut,”janji Kepala BWS.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.