Home / Beritakini / Sambut Ramadhan, Kades Gelar Acara “Mekar Damai Begibung”

Sambut Ramadhan, Kades Gelar Acara “Mekar Damai Begibung”

BERITAKINI talentafmnews.com – Dalam rangka menyambut Ramadhan 1440 H, Kepala Desa (Kades)  Mekar Damai Kecamatan Praya Lombok Tengah NTB,  M. Yani S. AP pada Jumat 3/5/2019 mengadakan acara bertajuk “Mekar Damai Begibung.”

Acara yang digelar di Aula Kantor Desa Mekar Damai ini, dihadiri oleh Camat, segenap tokoh masyarakat serta tokoh agama se-desa Mekar Damai.

“Acara ini sekaligus kita bingkai sebagai ajang silaturrahim dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1440 H.  Kita tingkatkan ukhuah islamiah dan alhamdulillah bisa dihadiri Bapak Camat Praya.”ungkap M.Yani dalam sambutanya pada acara tersebut.

Lebih lanjut , M. Yani menjelaskan, acara ini sekaligus diadakan untuk mensosialisasikan program pemerintah desa yang dipimpinnya. Salah satu yang sudah berjalan itu adalah mekar damai peduli yang pokok kegiatanya shalat jenazah dan pemakaman bersama serta memberikan santunan kepada anak yatim serta keluarga yang ditinggalkan dengan nilai kisaran Rp. 300.000 s/d Rp. 500.000.

“Selain itu, sekaligus mensosialisasikan program pemerintah yang di tuangkan dalam RPJMDes masa jabatan 2018-2024.”imbuhnya.

Sementara itu, usai acara berlangsung, saat ditanya reporter Talentafm mengenai harapanya terhadap kegiatan itu, M. Yani selaku Kades mengatakan, kegiatan itu dilakukan sebagai sebuah rekonsiliasi terhadap seluruh warganya.

“Kita berharap agar tersambungnya kembali silaturrahim antar sesama masyarakat desa mekar damai yang sebelumnya terkotak-kotak karena pemilihan , baik pemilihan Kades maupun Pilpres dan Pileg,”terangnya.

Menurut M.Yani,  rekonsiliasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi semua elemen masyarakat, sehingga dalam membangun desa, semua aspirasi yang ada ditengah masyarakat dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan skala prioritas.

Hal ini tandas M.Yani,  sesuai dengan tujuan reformasi Negara Republik Indonesia yang dulunya bersifat sentralisasi menjadi desentralisasi atau yang lebih dikenal dengan otonomi daerah.

“Dengan demikian masyarakat berhak menentukan arah kebijakan publik yang menjadi wewenang dan fungsi publik sehingga pembangunan dimulai dari bawah keatas,”imbuhnya.

“Masyarakat punya wewenang menentukan kebijakan yang bersifat aspiratif,  dengan meng-akomodir semua aspirasi masyarakat arus bawah pola button-up,”tutup M.Yani. (adit)

About Redaksi

Check Also

Pojok NTB Urai Polemik HGB Gili Trawangan Dalam Diskusi

BERITAKINI talentafmnews.com.- Group WA Pojok NTB menggelar diskusi publik, Kamis 20/1/2022, soal memgurai polemik Hak …

Leave a Reply

Your email address will not be published.