Home / Peristiwa / SAPMA PP Loteng: Baiknya Suhaimi dan L Arif Mundur Dari DPRD Loteng

SAPMA PP Loteng: Baiknya Suhaimi dan L Arif Mundur Dari DPRD Loteng

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Bercokolnya 2 anggota dewan sebagai unsur pimpinan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)telah melanggar UU dan AD / ART KONI itu sendiri.

Demikian disampaikan Sekretaris Satuan Pelajar Dan Mahasiswa (SAPMA) PP Loteng, Ervan kepada Radio Talenta Lombok pada Jumat 19/3/2021 dalam pernyataan tertulisnya.

Suhaimi SH dan Lalu Arif Rahman Hakim menurut Ervan, memanfaatkan jabatannya sebagai unsur pimpinan KONI yang semestinya tidak boleh terjadi.

“Untuk itu kami meminta orang-orang ini segera mundur dari jabatannya sebagai unsur pimpinan KONI atau sebagai dewan Loteng, silahkan pilih saja,”tegasnya.

Pihaknya lanjut Ervan merasa aneh, Bawaslu dan KPUD bisa meloloskan 2 orang ini pada saat Pileg lalu, padahal keduanya sedang melanggar aturan perundang-undangan yang ada .

“Ada yang aneh di Bawaslu dan KPUD Loteng, baru kami perhatikan kok bisa mereka ini lolos jadi caleg 2019 lalu,”ujar Ervan.

Jika dalam waktu 2 kali 24 jam, kedua orang ini tidak mengundurkan diri, maka Sapma akan memperkarakan ke ranah hukum dan APH.

“Kita akan laporkan ke Badan Kehormatan dan APH atas kasus ini,”ancamnya.

Suhaimi dan Lalu Arif Rahman Hakim lanjut Ervan, melanggar Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN).

Secara lengkap, pasal itu berbunyi; Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

Di dalam pasal 56 ayat 1, 2, 3 dan ayat 4, pejabat publik dilarang merangkap sebagai pengurus inti KONI. Pejabat publik seperti kepala daerah, hakim, DPRD, dan ASN tidak boleh jadi pengurus KONI.

“Ini banyak sekali yang di langgar, jadi kami akan siapkan laporannya dalam waktu dekat” tandas Ervan.

Lalu Arif Rahman Hakim, anggota DPRD dan sekaligus Ketua Cabor Renang merangkap Ketua Bidang Organisasi KONI Loteng saat dikonfirmasi via WA-nya menyatakan, akan tertawa dulu sebelum memberikan tanggapan.

“Hahahaha… Sebentar dik, mau ketawa dulu,”ujarnya.

Lalu Arif sapaan akrab Politisi PBB ini kemudian menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16, mundurnya Haji Ahkmad Fuaddi sebagai Ketua Umum, otomatis organ-organ yang lain juga berakhir. Karena musorkab itu hanya memilih Ketua Umum dan Ketua Umum-lah yang akan menyusun kepengurusan.

“Dan kalau berbicara periodesasi dengan adanya musorkab sekarang, kan otomatis sudah berakhir,”katanya.

Berbicara UU olah raga nomer 3 tahun 2005 pasal 40 lanjut Lalu Arif, masih debat table, karena yang dimaksud adalah Ketua Umum.

“Dan kalau mau jujur hampir di seluruh Indonesia masih pejabat publik dan pejabat struktural menjadi ketua umum karena masih dibutuhkan,”ungkapnya.

Kemudian lanjut Lalu Arif, tahun 2007 lalu diperkuat lagi dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor: 800/2398 tahun 2011 dan kembali diperkuat lagi dengan SE Nomor: 800/148/ tahun 2012.

Sementara itu, Suhaimi SH yang salah seorang anggota DPRD, sekaligus Ketua PBVSI Loteng yang juga menjadi salah satu Ketua Bidang di Koni Loteng, dimintai tanggapanya via WA oleh Radio Talenta Lombok, tak memberikan jawaban.

Adapun Ketua KPU Loteng, Lalu Darmawan saat dikonfirmasi terkait dangan hal tersebut, baru sebatas menanggapi WA Radio Talenta Lombok, sementara pihak Bawaslu dalam hal ini Komisioner Baiq Husnawaty, belum memberikan tanggapan.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.