Home / Beritakini / Sejumlah Kelompok Tani Menjerit Tak Dapat Pembelian Pupuk

Sejumlah Kelompok Tani Menjerit Tak Dapat Pembelian Pupuk

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Sejumlah kelompok tani di Desa Marong Kecamatan Praya Timur, menjerit karena tidak mendapatkan jatah pembelian pupuk pada musim tanam kedua ini.

Ketua Kasta NTB DPC Praya Timur, Sumenep Mahendra kepada Radio Talenta Lombok, rabu 2/6/2021 secara tertulis menyampaikan, hal tersebut disinyalir akibat permainan salah seorang oknum pengecer.

Oknum pengecer yang beralamat di Desa Ganti Praya Timur ini, diduga melakukan manipulasi data e-RDKK. Sehingga memonopoli pembelian pupuk subsidi di distributor.

“Jumlah pembelian sesuai data e-RDKK harusnya mendapatkan jatah pembelian 10 ton, tetapi justru mendapatkan jatah pembelian 40 ton, hal ini menyebabkan petani di desa marong tidak mendapatkan pupuk subsidi SP 36,”jelasnya.

Pada distribusi pupuk subsidi untuk tiga pengecer lanjut Sumenep Mahendra, masing-masing UD antara lain UD. Sri mandiri 20 ton, UD Alisa 10 ton dan UD mekar bersama 40 ton.

Sementara masing-masing pengecer mempunyai petani binaan antara lain,  UD Sri mandiri 6 kelompok, UD Alisa 5 kelompok sementara UD mekar bersama 9 kelompok.

“Tetapi dari 9 kelompok yang seharusnya dapat jatah pupuk SP 36 hanya 3 kelompok yang diberikan, jadi seharusnya jatah dari UD mekar bersama hanya 10 ton sesuai dengan jumlah kelompok petani binaannya,”terang Sumenep.

Hal ini diduga permainan oleh pihak UD mekar bersama dengan pihak pendamping lapangan (PL) dan distributor, karena tidak mendistribusikan pupuk sesuai dengan jatah masing-masing pengecer berdasarkan e-RDKK.

Permainan oknum pengencer seperti ini lanjut Sumenep,  membuat kelompok tani tidak dapat  jatah pembelian pupuk subsidi.

“Kami meminta kepada pihak Dinas pertanian kabupaten Lombok Tengah, untuk mencabut izin pengecer nakal yang telah merugikan petani. Sekaligus mengevaluasi petugas lapangan dari UPTD pertanian Kecamatan Praya Timur, karena terindikasi melakukan praktek yang merugikan petani untuk mengejar keuntungan pribadi,”tutup Amak Hendra,panggilan Ketua Kasta Praya Timur ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Ir.Lalu Iskandar selaku iatansi yang bertanggungjawab atas pengelolaan pupuk di Lombok Tengah , saat dikomfirmasi mengenai hal tersebut via WA-nya belum belum meberikan jawaban.

About Redaksi

Check Also

Pojok NTB Urai Polemik HGB Gili Trawangan Dalam Diskusi

BERITAKINI talentafmnews.com.- Group WA Pojok NTB menggelar diskusi publik, Kamis 20/1/2022, soal memgurai polemik Hak …

Leave a Reply

Your email address will not be published.