Home / Beritakini / Sejumlah Proyek SMK di Loteng, Diduga Mangkrak Tak Jelas

Sejumlah Proyek SMK di Loteng, Diduga Mangkrak Tak Jelas

BERITAKINI talentafmnews.com.- Sejumlah proyek pembangunan Ruang Praktik Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lombok Tengah NTB, diduga mangkrak dan tak jelas kelanjutanya.

Hasil investigasi LSM Gempar NTB menyebutkan, proyek yang berada di sejumlah SMK di Lombok Tengah tersebut, pekerjaanya hingga saat ini masih minim bahkan ada yang hingga desember 2021 ini, pekerjaanya baru mencampai hanya 30 persen.

“Ini adalah proyek yang anggaran tahun 2021 yang per 31 desember ini harus selesai. Tetapi kalau hingga desember ini saja pekerjaan baru hanya 30 persen, bagaimana proyek ini akan selesai bulan ini,”ujar Hanzan Halilintar, Jumat 3/12/2021 di Praya.

Pekerjaan yang baru mencapai 30 persen itu lanjut Hamzan, terjadi di SMK Negeri 2 Pujut dengan total nilai proyek Rp. 835.963.622.38.

Sementara proyek yang sama juga ada di SMK lainya, yakni  di SMK Negeri 1 Praya Barat senilai Rp. 915.285.042.45, SMK Negeri 1 Pringgarata senilai Rp. 859.755.275.14, ada juga di SMK Negeri 1 Praya senilai Rp. 832.263.353.23, SMK Al Absor Jago senilai Rp. 828.255.888.34 dan di SMK Anak Bangsa senilai Rp. 757.954.081.54.

Semua proyek yang dikerjakan oleh CV.Prima Karsa tersebut hingga saat ini lanjut Hamzan Halilintar masih minus.

“Untuk itu kami meminta agar kontraktor tersebut segera menyelesaikan pekerjaanya, atau kami akan mengambil tindakan. Jangan main-main dengan uang rakyat,”ancam Hamzan Halilintar.

Hamzan menambahkan, pihaknya telah memegang kontrak kerja proyek tersebut untuk dijadikan acuan pelaporan bila proyek tersebut tidak segera diselesaikan dengan tahapan progres yang semestinya.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek CV.Prima Karsa, Muhsin saat dikonfirmasi via WA-nya terkait hal tersebut, belum memberikan jawaban.

Begitu juga dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek tersebut, Wahyu Purwo Jatmiko juga belum memberikan jawaban.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.