Home / Beritakini / Sekda Lombok Tengah Apresiasi Langkah PDAM TIARA Lombok Tengah

Sekda Lombok Tengah Apresiasi Langkah PDAM TIARA Lombok Tengah

BERITAKINI talentafmnews.com – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat serta NGO pegiat sosial, PDAM Tirta Ardhia Rinjani (TIARA) Lombok Tengah pada rabu 15/6/2022, gelar Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Menuju PDAM Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah yang lebih Optimal” di Hotel Grand Royal, Batujai.

Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, S.T., MT., dalam pidatonya saat membuka acara tersebut, sangat mengapresiasi keberanian PDAM Lombok Tengah untuk menghadirkan tokoh-tokoh NGO yang ada di Kabupaten Lombok Tengah dalam satu forum bersama.

“Saya mengapresiasi keberanian PDAM Lombok Tengah, mengundang para ‘singa-singa’ Lombok Tengah. Hal ini membuktikan bahwa PDAM ingin berbenah dan membuka diri terhadap kritik dan masukan untuk kemajuannya,”ujar Sekda.

Sekda juga menjelaskan terkait kondisi PDAM Lombok Tengah yang mengalami penurunan kinerja sehingga menjadi tugas Direksi baru untuk melakukan peningkatan.

Dimana tahun 2018, kinerja PDAM sehat, tapi di tahun 2020, posisi PDAM Lombok Tengah berada di peringkat ke-5 dan kinerjanya kurang sehat.

“Dan hasil penilaian tahun 2022 belum keluar. Jadi saat direksi baru dilantik tahun 2021, mereka menghadapi kriteria kinerja PDAM yang kurang sehat. Semoga di tahun 2022, dengan direksi yang baru, kinerja PDAM bisa menjadi sehat kembali,”harap Sekda.

Lalu Firman Wijaya juga berharap, PDAM mampu menjadikan kritikan dan masukan sebagai vitamin yang menyehatkan.

“Apa yang menjadi kritik saran pelungguh akan menjadi vitamin buat direksi dan Pemda Lombok Tengah untuk terus berbenah,”imbuh Sekda.

Jaringan pipa PDAM Lombok Tengah,  di akhir tahun 1978 sebagian besar tembikar, banyak bocor di sana sini. Angka kebocoran  diangka 30 persen. Semua kebocoran tersebut butuh anggaran untuk perbaikan.

Jadi perlu adanya penyesuian tarif dan ini juga merupakan amanat undang-undang yang harus dilakukan.

Konsenkuensi dari tidak dilaksanakan Keputusan Gubenur tersebut adalah pemda harus ada mensubsidi dari APBD Lombok Tengah. Namun kondisi APBD maupun PAD kita tertekan sehingga belum mampu untuk melakukan subsidi.

“Satu Kubik setara 8 Derim.
Sai kayun nimbak 8 Derim silaq, te upak 3000, tunas?”seloroh Sekda.

“Persepsi kita juga harus dirubah terkait bayar air niki, bukan airnya yang dibayar tapi penyalurannya yang kita bayar” jelas Sekda.

Sementara itu, Dirut PDAM Lombok Tengah(plt),  Bambang Supratomo, S.IP, saat ditemui di lokasi acara menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh PDAM Lombok Tengah saat ini.

“Sebesar apapun potensi sumber daya alam kita, jika kita tidak Investasi dalam peningkatan SDM tidak ada artinya. Dan SDM tidak berkompeten akan menjadi bom waktu dan hambatan dalam memperbaiki kondisi PDAM Lombok Tengah. Sehingga saat ini kami berkomitmen bersama Dirtek untuk melakukan pembenahan SDM PDAM Lombok Tengah tentu dgn cara yg lebih efisien.

Supaya PDAM TIARA Lombok Tengah bisa Full Cost Recovery (FCR), PDAM akan melakukan Penyesuaian Tarif sesuai amanat Permendagri dan SK Gubernur. Dimana rencana penyesuian tarif ini semangatnya selain untuk mencapai FCR, juga untuk peningkatan pelayanan.

Ada penyesuaian sebesar Rp. 560 per 1000 liter atau 1 kubik, dan selanjutnya biaya beban sebesar Rp. 10.500 sudah dilebur ke tarif dasar air sehingga tarif air kita menjadi Rp. 2.946 per 1000 liter atau 1 kubik yang saat ini Rp. 1.306 per 1000 liter ditambah biaya beban sebesar Rp.10.500. Sehingga konsumen sudah tidak lagi membayar biaya beban.

Konsumen hanya membayar tarif air sesuai pemakaian. Jika pakai 1 kubik, ya bayarnya 2.900an Tidak ada lagi biaya beban yang Rp. 10.500 itu. Ini untuk keadilan bersama, karena kami banyak diprotes juga, air tidak ada tapi tetap bayar air. Itu kan yang dibayar sebenarnya beban bukan airnya, Imbuhnya.

Bambang juga menjelaskan bahwa tarif di PDAM Tirta Ardhia Rinjani masih di bawah tarif yang ditetapkan oleh SK Gubernur NTB.

“Penyesuaian, tarif yang kita lakukan masih dibawah batas bawah sesuai SK Gubernur No. 690 yaitu batas Bawah Rp. 3.163 sementara tarif kita sebesar Rp. 2.946. Jika dibandingkan dengan PDAM Lombok Barat yang memiliki tarif sebesar Rp. 3.500 per Kubik, maka tarif kita masih dibawah mereka jauh,”jelasnya.

Sementara itu Pakar Hukum Universutas Mataram Syamsul Hidayat, SH. MH. saat menyampaikan pandangan Hukum terkait penyesuain tatif menjelaskan, penyesuian tarif adalah kewajiban yang melekat pada Perusahaan Daerah Air Minum.

Landasan hukumnya jelas, ada Permendagri No. 21 tahun 2020, Selanjutnya ditindak lanjuti oleh SK Gubernur No. 690-579 tahun 2022 serta SK Bupati No. 80 Tahun 2022, maka bisa dikatakan wajib dilaksanakan oleh PDAM Lombok Tengah.

Lebih lanjut Syamsul Hidayat menjelaskan, rencana penyesuaian tarif yang dilakukan PDAM, merupakan bentuk kepatuhan trhadap peraturan yang ada. Seperti permendagri maupun KEBGUB tentang penetapan tarif air, dimana PDAM loteng tarif airnya masih dibawah tarif dasar sesuai yang ada dalam KEPGUB, bahkan terendah diseluruh kab/kota di NTB.

“Sehingga perlu dilakukan penyesuaian dengan peraturan yang ada,”terang Syamsul Hidayat.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.