Home / Beritakini / Sekitar Rp.759 Juta Kerugian Negara, Ditemukan Pada Kasus BPPD UTD RSUD Praya

Sekitar Rp.759 Juta Kerugian Negara, Ditemukan Pada Kasus BPPD UTD RSUD Praya

BERITAKINI talentafmnews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah di NTB, temukan dugaan tindak pidana dari kasus BPPD UTD BLUD RSUD Praya.

Dalam jumpa pers, jumat 19/11/2021 di Media Centere Kejari Loteng, Kepala Kejari (Kajari) setempat, Fadil Regan SH.MH menyampaikan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan, pihaknya menemukan adanya indikasi tindak pidana.

Dan dari indikasi tindak pidana tersebut ditemukan sementara jumlah kerugian sebesar Rp. 759 juta. Dimana angka tersebut ditemukan pada dokunen laporan keuangan untuk 4 bulan saja, sementara dugaan kasus ini dilaporkan terjadi selama 4 tahun.

“Dengan demikian Jumlah kerugian negara kemungkinan besar bertambah,”kata Kajari.

Dengan di temukanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi tersebut, pihak Kejaksaan meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan per hari ini.

“Dalam penyidikan ini, kita akan mencari siapa tersangka dalam kasus ini,”imbuh Kajari.

Dijelaskan Kajari, kasus ini tidak lagi hanya fokus pada Unit Transfusi Darah saja, namun secara umum terjadi pada BLUD, dimana Unit Transfusi Darah merupakan salah satu bagian kecil sumber keuangan dari BLUD.

“Kami sudah mengantongi dua alat bukti kasus ini. Antara lain, dokument dan keterangan saksi,”ungkap Kajari.

Sekitar 30 orang lebih termasuk sejumlah pejabat, telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Untuk itu, Kajari berharap sesegera mungkin akan menetapkan tersangka agar kasus tersebut segera tuntas.

“Sebelumnya, kita telah meminta pihak terkait untuk mengembalikan kerugian negara, namun sama sekali tidak ada etikad baik,”ungkap Kajari.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.