Home / Beritakini / Seratusan Mahasiswa Teriak Batalkan Naiknya Harga BBM dan PPN di DPRD Loteng

Seratusan Mahasiswa Teriak Batalkan Naiknya Harga BBM dan PPN di DPRD Loteng

BERITAKINI talentafmnews.com.- Seratusan massa dari berbagai organisasi mahasiswa di Lombok Tengah NTB, senin 11/4/2022, teriakkan sejumlah apsirasi dalam aksi serentak secara nasional di Gedung DPRD setempat. Salah satu yang diteriakkan agar harga BBM dan PPN batal dinaikan.

Tonton live streaming aksi ini dengan klik link berikut:

https://fb.watch/ckLygoIGeS/

Adapun organisasi kemahasiswaan yang melakukan aksi tersebut antara lain, PMII, Formula dan HIMMAH NWDI. Selain persoalan BBN dan pajak PPN yang naik hingga 11 persen, massa juga meminta agar wacana presiden 3 peride dan penundaan pemilu 2024 dibatalkan.

Ketua PMII Lombok Tengah Erwin Hady dalam orasinya menyampaikan kalau pihaknya gelisah dengan berbagai isu yang saat ini terjadi di Indonesia. Mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harganya naik. Hal itu membuat harga-harga bahan pokok naik.

“Dengan naiknya harga BBM ini, maka warga kelas bawah yang tergantung pada BBM subsidi akan terancam keberlangsungan usahanya untuk menyambung hidup sehari hari,”ujarnya.

Kegelisahan itu lanjut Erwin, ditambah lagi dengan wacana presiden 3 periode dengan modus menunda pelaksanaan pemilu 2024. Maka hal itu tidak boleh terjadi, karena preseden buruk bagi demokrasi indonesia.

“Maka kami meminta agar DPRD mengawal aspirasi ini untuk disampaikan ke pusat. Terkait presiden tiga periode, walau pak presiden Jokowi sudah membantah, namun harus dikawal. Karena namanya politik, bisa berubah setiap detik, “tegas Erwin.

Sementara ituz Ketua FORMULA Rahardiaj,  dalam orasinya menyampaikan soal ironi indonesia sebagai negara terbesar pengahsil minyak kelapa sawit didunia, namun faktanya minyak goreng malah langka dan harganya naik.

Begitu juga dengan BBM jenis pertamax yang kini naik hingga menjadi Rp.13-san ribu perliter. Hal itu dari kajianya, sebuah strategi pemerintah untuk mengelabui rakyatnya.

“Ingat saat premium masih ada, begitu pertalite ada dengan harga lebih mahal, lama-lama secara perlaham premium langka lalu kini hilang dari peredaran. Sekarang, setelah naikkan harga pertamax, lama kelamaan secara perlahan pertalite langka dan nantinya akan dihilangkan. Maka dengan terpaksa masyarakat akan mau tidak mau membeli pertamax,”paparnya.

Untuk itu tandas Formula, kebijakan tersebut harua dilawan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan menuntut agar presiden mencopot para menterinya yang dinilai tidak mampu melaksanakan tugasnya untuk mensejahterakan rakyat.

Dalam orasinya Nasrullah, Ketua Umum DPC HIMMAH NWDI Lombok Tengah mengatakan, Penundaan Pemilu dan Perpanjangan masa jabatan Presiden yang membuat kisruh hari ini, adalah klaim sepihak dari Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang mengatakan memiliki big data bahwa penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tersebut adalah pembodohan publik.

“Hal itu inkonstitusional dan berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Kekuasaan menurutnya bagaimanapun juga harus dibatasi karena kehendak untuk berkuasa itu tidak terbatas,”ujarnya.

Maka dari itu untuk mengakhiri kekisruhan ini, kami menginginkan Pak Jokowi mencopot jabatan luhut dari jajaran kabinetnya, ucap aktivis muda kota praya tersebut menutup menutup orasi politiknya.

Selain itu massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap kenaikan BBM yang dinilai sebagai bentuk pencabutan subsidi, Menolak Kenaikan PPN yang dianggap keliru karena seharusnya yang diterapkan adalah pajak progressif/ pajak berkeadilan dimana orang kaya harus dipajak tinggi dan digunakan untuk mensubsidi mereka yang tidak mampu.

“Kami juga meminta pemerintah menstabilkan harga sembako terutama minyak goreng karena ini akan menyebabkan membengkaknya biaya hidup rakyat apalagi di tengah suasana Ramadhan seperti sekarang ini.l,”tandas Nasrullah.

Setelah menyampaikan Orasi, masa aksi ditemui oleh H. Supli salah seorang anggota DPRD kabupaten Lombok Tengah. DPRD Lombok Tengah menyatakan apresiasi terhadap aksi yang dulakukan mahasiswa.

“Kami senafas dan senada dengan mahasiswa dan secara kelemabagaan akan bersurat ke pusat mengenai tuntutan mahasiswa ini,”ujar H.Supli yang didampingi sejumlah anggota dewan lainya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.