Home / Hukum&Kriminal / Setahun Lebih Hanya Berjanji, Kasta NTB Desak Kejari Tuntaskan Kasus BLUD RSUD Praya

Setahun Lebih Hanya Berjanji, Kasta NTB Desak Kejari Tuntaskan Kasus BLUD RSUD Praya

LOMBOK TENGAH NTB, talentafmnews.com.- Kasta NTB DPD Lombok Tengah, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, segera menuntaskan kasus dugaan korupsi BLUD RSUD Praya.

Ketua Kasta NTB DPD Lombok Tengah Lalu Arik Rahman Hakim SH , senin 1/8/2022 via WA kepada Talenta FM, menyesalkan lambatnya penanganan perkara yang sudah bergulir lebih dari satu tahun tersebut.

Penanganan perkara dugaan kasus korupsi di BLUD RSUD Praya itu terkesan stagnan dan tidak ada progres selain janji-janji pihak Kejaksaan Negeri Praya melalui media untuk segera menetapkan tersangka.

Kasus yang diduga berawal dari laporan atas dugaan penyalahgunaan anggaran di Unit Transfusi Darah (UTD) di RSUD Praya, kemudian berkembang menjadi kasus penyalahgunaan anggaran di BLUD RSUD Praya ini, bukan cuma lambat, tetapi juga terkesan tidak fokus pada satu persoalan utama yang harus dituntaskan.

“Sehingga muter-muter tidak jelas juntrungnya kasus ini,” kecam Lalu Arik sapaan aktivis asal desa tanak awu kecamatan Pujut ini.

Dugaan keterlibatan dan pelibatan oknum elit di Pemkab Loteng pada kasus BLUD RSUD Praya ini, diharapakan  jangan dijadikan alasan oleh pihak Kejaksaan untuk memperlambat semua proses. Karena publik sudah muak dengan semua proses penanganan perkara yang terkesan penuh intrik dan skenario.

“Upaya pihak kejaksaan mengalihkan permintaan audit dari BPKP provinsi NTB kepada inspektorat kabupaten Lombok Tengah saja sudah memberikan indikasi adanya upaya melindungi oknum tertentu di jajaran elit birokrasi Lombok Tengah,” kata Lalu Arik.

Kepada pihak inspektorat Kabupaten Lombok Tengah,  meminta agar proses audit yang diminta oleh Kejari Praya agar segera dipercepat prosesnya,  sebab pihaknya tidak ingin jika kedua institusi negara ini saling lempar tanggung jawab dan berujung pada lambatnya penanganan perkara korupsi, yang disebutkan oleh Kejaksaan Negeri Praya di awal penyelidikan kasus ini berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

“Siapapun yang terlibat di dalam dugaan Korupsi berjamaah di BLUD RSUD Praya ini agar segera ditetapkan sebagai tersangka dan lakukan penahanan, agar semua asumsi liar yang berkembang dipublik atas dugaan banyak permainan dan intervensi bisa segera diakhiri,”tandas Lalu Arik.

Hal itu lanjut Lalu Arik, sekaligus agar publik bisa memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini kejaksaan Negeri Loteng bahwa mereka mampu menuntaskan kasus hukum yang diduga melibatkan elit birokrasi di Loteng.

“Jangan hanya garang dan tegas pada kasus-kasus yang menyeret mantan kades dan para kadus serta aparatur desa saja, tapi lemah dan lumpuh ketika berhadapan dengan kekuatan elit birokrasi di pemerintah daerah,”kecam Lalu Arik.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.