Home / Layanan Publik / Setelah Uang Cair dari Bank, Diduga Diambil Kades Gemel

Setelah Uang Cair dari Bank, Diduga Diambil Kades Gemel

LOMBOK TENGAH (NTB) talentafmnews.com – Uang milik masyarakat Desa Gemel Kecamatan Jonggat Lombok Tengah NTB yang dikelola desa, diduga diambil dari Bendahara setelah uang itu dicairkan dari Bank.

Demikian diungkapkan oleh salah seorang perangkat Desa Gemel yang tak mau disebut namanya kepada wartawan pada rabu 7/9/2022 via phone celulernya.

Diambilnya uang desa oleh Kades dari Bendahara itu, diketahui setelah dirinya dengan perangkat desa lain beberapa waktu lalu, berkumpul di Musholla Kantor Desa dan membicarakan hal tersebut.

“Jadi bersama perangkat desa yang lain, kami memanggil Ibu Bendahara ke Musholla dan menanyakan, kenapa gaji kita hingga saat ini belum diberikan,”tutur perangkat Desa Gemel ini.

Saat itu Bendahara menceritakan, kalau setelah uang desa dicairkan di Bank, kemudian diminta oleh Kades dan Kades nantinya yang akan memberikan gaji kepada perangkat desa.

Karena gaji untuk 4 bulan memang belum diberikan kepada perangkat desa, Kadus hingga PKK. Bahkan untuk BLT-pun sempat tertunda dan setelah diberi masukan perangkat barulah direalisasikan.

“Kalau soal berapa jumlah total uang yang diduga diambil, hanya bendahara yang tahu,”imbuhnya.

Ketua BPD Gemel, Sudarman dikonfirmasi wartawan terkait hal tersebut, membenarkan adanya dugaan kuat diambilnya uang desa oleh Kades Gemel tersebut, apalagi pihaknya juga belum diberikan honor untuk seluruh anggota BPD.

“ABPDes juga belum kita terima ini, jadi sama sekali belum meihat APBDes,”ungkap Sudarman.

Situasi di Desa Gemel atas kejadian itu saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Ia berharap pihak DPMD selaku SKPD yang bertugas memberdayakan desa bisa segera memfasilitasi hal tersebut didampingi Camat.

Sementara itu, Kades Gemel Muhammad Ramli dikonfirmasi via WA-nya terkait hal tersebut, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Adapun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis DPMD) Lombok Tengah, Zaenal Mustakim secara terpisah menyampaikan, sesuai dengan informasi dan koordinasi ke Desa yang telah dilakukan, pihaknya telah memblokir rekening Desa Gemel.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan Kepala Desa Gemel untuk melunasi kewajibannya untuk membayar gaji perangkat desa, sebagai syarat dibukanya blokir rekening desa tersebut.

“Kita blokir sementara dan memberikan waktu untuk melunasi semua pembayaran, karena merupakan kewajibannya,” katanya.

Zaenal Mustakim tegaskan, pihaknya memberikan kesempatan, agar pembayaran tersebut dilakukan secara kekeluargaan, sehingga program desa bisa berlanjut dan masyarakat tidak dirugikan atas kebijakan Kades tersebut.

“Ini dilakukan sebagai pendampingan dan selaku pengendali agar segera dituntaskan persoalan yang telah dilaporkan warga tersebut,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan Kades Gemel itu telah menyalahi aturan yang berlaku. Karena gaji perangkat desa itu telah disiapkan secara khusus.

“Iya bisa dibilang sudah menyalahi aturan,”pungkas Zaenal Mustakim.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *