Home / Beritakini / SPN Kembali Kritisi Proses Vaksinasi di Loteng

SPN Kembali Kritisi Proses Vaksinasi di Loteng

BERITAKINI talentafmnews.com – Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lombok Tengah NTB, kritisi proses vaksinasi di Lombok Tengah (Loteng).

Ketua SPN Loteng, Jeni MY kepada wartawan, senin 13/9/2021 menyebut kalau Pemkab Loteng tidak serius dan membiarkan proses vaksinasi berjalan liar.

Yang ia sebut tidak serius dan liar itu adalah, bagaimana proses vaksinasi saat ini di selenggarakan oleh berbagai Lembaga, Yayasan Dan Organisasi dan Tidak terkoordinir secara terukur dan terstruktur.

” Coba lihat saja, TNI dan POLRI mengerahkan satuan intel mereka untuk mencari lokasi vaksinasi, mengejar target 10.000 vaksin per hari, tapi kenyataan di lapangan tertanggal 11 september 2021 hari sabtu, dari pagi sampai siang hanya 17% yang tercapai,”ungkap Jeni MY.

Itupun TNI dan POLRI sudah bekerjasama dengan Lembaga, Yayasan, Organisasi dengan di bungkus bermacam-macam program dan itupun tidak mencapai target 100% perhari dengan 10.000 vaksin.

Pria Berambut Gondrong ini lebih lanjut menyampaikan, bila proses vaksinasi seperti saat ini akan terus di kembangkan dan dijalankan, maka bukan tidak mungkin capaian 100% Vaksin di Loteng tidak akan bisa segera tercapai.

“Mungkin untuk mencapai 50% saja akan membutuhkan waktu hingga beberapa tahun kedepan, sedangkan akhir november vaksinasi Loteng harus sudah tuntas 100 persen,” imbuhnya.

Untuk itu lanjut Ketua SPN Loteng, meminta Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopinda), melakukan musyawarah. Dan Pemkab Loteng sudah saatnya betul-betul serius untuk mengejar progres tersebut.

Dimana vaksinasi hasus tuntas akhir november dengan melibatkan seluruh OPD terkait dan aparatur pemerintah dari yang paling bawah seperti RT, Kaling dan Kadus yang ada di seluruh wilayah loteng.

“Bukankah disetiap dusun dan lingkungan itu ada kader yang bisa dilibatkan, kita ketahui disetiap dusun dan lingkungan kita punya kader-kader  di setiap posyandu,”imbuhnya lagi.

Kenapa tidak vaksinasi itu tandas Jeni MY, dilakukan di setiap dusun atau lingkungan supaya pemetaan dan pendataan vaksinasi jelas dan terang benderang.

“Tidak seperti yang dilakikan di kantor bupati kemarin tertanggal 10 september 2021, tidak bisa dipetakan karena orang dari kecamatan batukliang yang vaksin orang dari kecamatan mujur,”

“Coba beri tanggung jawab kepada RT, kaling, kadus dan kader dibantu oleh tenaga kesehatan dari kecamatan dan kabupaten atas proses vaksinasi warga di setiap posyandu yang ada di setiap dusun atau lingkungan masing,”jelas Jeni.

Maka proses vaksinasi bisa lebih cepat dari target, dengan data yang jelas dan pemetaan yang akurat supaya bisa memberikan warna merah kuning hijau di desa” atau kelurahan” yang ada.

Pria yang sering disapa Jen Gondrong ini juga mengucapkan, terima kasih banyak kepada TNI dan POLRI, Dandim dan Kapolres yang sudah bekerja keras dan meminta jatah vaksin kota mataram dan kabupaten Lombok Barat.

“Dan terimakasih atas turunya tenaga kesehatan POLDA NTB ke kabupaten Lombok Tengah ikut membantu tenaga kesehatan kecamatan supaya vaksinasi 12 kecamatan dan139 desa dan kelurahan bisa terlaksana dengan capaian yang memenuhi target sampai akhir november,” tutup Jen Gondrong. (tim)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.