Home / Beritakini / Tender Proyek Rehabilitasi Irigasi di Loteng Disorot LIDIK NTB

Tender Proyek Rehabilitasi Irigasi di Loteng Disorot LIDIK NTB

BERITAKINI talentafmnews.com – Tender sejumlah paket proyek rehabilitasi irigasi di Lombok Tengah NTB, disorot oleh LSM Lidik NTB. Pasalnya tender proyek tersebut dinilai sarat dengan dugaan manipulasi dan permaian.

Hal itu diungkap oleh Ketua Umum (Ketum) LSM Lidik NTB, Sahabudin pada minggu 19/6/2022 kepada Talenta FM via WA.

“Ini proyek pada Bidang Pengairan PUPR Lombok Tenagh, mereka sendiri yang menyusun prasyaratnya, namun ironisnya mereka sendiri yang diduga melanggarnya,”ungkap Sahabudin.

Salah satu contohnya lanjut Sahabudin, proses tender atas proyek rehabilitasi irigasi di Nyeredep dengan pagu anggaran Rp. 889.100. 000.000.

LSM Lidik menduga, yang dimenangkan dalam tender proyek tersebut adalah perushaan atau rekanan pesanan.

“Mengingat beberapa syarat yang dibutuhkan saat tender, rekanan yang dimenangkan tersebut diduga tidak lengkap,”ungkap Citung sapaan akrab Sahabudin.

Mengacu pada syarat yang ditampil di aplikasi LPSE, sudah jelas calon rekanan harus mengisi buku tamu.

Selain itu, harus meminta copyan ADRT P3A. Apabila di wilayah tersebut belum ada P3A, maka boleh menggunakan GP3A dan SK-nya.

“Dan banyak lagi yang mereka harus persiapkan,”imbuh Citung.

Untuk itu lanjut Citung, pihaknya mengecam tindakan yang dilakukan oleh kawan-kawan Pokja-Pokmil, apabila tetap memenangkan.

“Menurut mereka, yang dimenangkan sesuai koreksi harga penawaran. Sementara beberapa rekanan hampir sama presentasi pembuangannya,”jelas Citung.

Perusahan yang dimenangkan menurut Citung, tidak lengkap, mengingat pekerjaan ini bersifat pratisipatif, dimana melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan pelaksanaan konstruksinya.

“Maka prioritaskan menggunakan P3A di daerah irigasi lokasi pekerjaan, namun bila tidak ada bisa menggunakn GP3A,”terang Citung.

Lidik NTB dengan tegas mangatakan, apabila pihak Pokja Pokmil tidak profesional dalam melakukan evaluasi dalam kegiatan tersebut,  maka dalam waktu dekat akan menyuarakan hal tersebut.

“Karena munurut kami, yang dilakukan Pokja Pokmil sudah menghalalkan semua cara demi dimenangkanya rekanan yang tidak lengkap syaratnya tersebut,”pungkas Citung.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan PUPR Lombok Tengah, Munawardi dikonfirmasi Talenta FM via WA-nya terkait dengan hal tersebut, belum memberikan jawaban.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.