Home / Beritakini / Terkait Temuan Gempar NTB, Kades Montong Gamang Angkat Bicara

Terkait Temuan Gempar NTB, Kades Montong Gamang Angkat Bicara

BERITAKINI talentafmnews.com – Soal temuan LSM Gempar NTB, terkait adanya pengecer yang diduga menjual pupuk bersubsidi diatas HET, di Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Lombok Tengah NTB, Kepala Desa (Kades) setempat angkat bicara.

Kades Montong Gamang, Muhammad Amin Abdullah, kamis 13/1/2022 kepada Talentafm mengatakan, memang benar apa yang menjadi temuan Gempar NTB sesuai dalam pemberitaan sebelumnya dengan judul:

https://www.talentafmnews.com/investigasi-gempar-ntb-pupuk-bersubsidi-ternyata-hingga-rp-500-ribu-kwintal/

Muhammad Amin Abdullah lebih jauh menyampaikan, sesuai penuturan para petani kepada dirinya, UD.Bintang Jaya selaku pengecer malah diduga kuat melakukan pengelabuan terhadap para petani.

“Modusnya dengan melakukan penggandengan penebusan pupuk bersubsidi dengan non subsidi. Padahal kalau non subsidi itu tidak wajib ditebus. Yang wajib ditebus petani itu yang bersubsidi,”ungkap Kades.

Kades lebih lanjut mengatakan, pihaknya telah menindak lanjuti soal info terkait masalah pupuk tersebut dengan konfirmasi ke perangkat kewilayahan Dusun Karang Tengak dan RT setempat.

“Dan itu benar adanya, dan dari pihak kepolisian Polres Loteng sudah melakukan penyelidikan dan setidaknya enam warga kami telah dimintai keterangan awal oleh pihak kepolisian,”tambah Kades.

kades menghimbau,  kepada pengecer agar penebusan pupuk bersubsidi harus mengikuti harga HET. Sedangkan kepada petani, Kades memghimbau agar berani melaporkan pengecer yang “nakal” yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET.

“Selain itu, harapan kami pemerintah desa Montong Gamang kepada pihak terkait, agar melakukan pengawasan yang extra. Dan juga droping pupuk biar lebih banyak. Karena pada saat ini petani sangat butuh.”tandas Kades.

“Kurangnya pupuk yang didrop ini juga membuat petani berebut jatah, kesempatan ini dimanfaatkan oleh oknum pengecer yang nakal. Perlu juga ada tindakan tegas, biar ada efek jera (bagi pengecer nakal-red). Karena ini pemandangan setiap tahun,”pungkas Kades.

Sementara itu, Pimpinan UD.Bintang Jaya, H.Sapoan secara terpisah dikonfirmasi via WA-nya terkait dengan apa yang diungkap LSM Gempar NTB tersebut membantah dan merasa nama baiknya dicemarkan.

“Maaf, jadi tiang merasa bingung dengan LSM Gempar. Tiba-tiba datang mendorong pintu pagar luar tiang, waktu itu tiang sedang shalat magrib . Jadi tiang sekeluarga merasa terkejut dan tiang tidak pernah menjual pupuk subsidi dengan harga Rp.500 ribu/kwintal seperti yang disebarkan oleh LSM tersebut melalui media dan ini mencemarkan nama baik saya sekeluarga,”kata Haji Sapoan.

Dan melalui klarifikasi yang telah dilakukan di rumahnya dengan pihak LSM Gempar, dimana dihadapanya LSM Gempar sudah meminta maaf kepada dirinya atas pemberitaan yang telah disebarkanya.

Dan pihaknya tandas H.Sapoan,  juga punya jaminan video foto terkait permintaan maaf langsung dari LSM terebut di depan banyak orang.

“Dan dia (LSM Gempar NTB-red), telah berjanji akan membuat berita berimbang dan menghapus semua berita yang telah dia mediakan. Terrnyata pihak LSM itu, belum menghapusnya, sedangkan dia sudah berjanji di depan Babhinkantibmas Montong Gamang,”terang Haji Sapoan.

Hingga saat ini jelas H.Sapoan, sekeluarga merasa tidak nyaman dan tidak tenang dengn pemberitaan tersebut.

“Maaf mbak, pupuk yang diambil oleh petani tersebut bukan urea subsidi 50 kg saja. Namun ada pupuk petroganik dan pupuk urea non subsidi yang dia ambil sama petani tersebut, sehingga dia bayar degan seharga 250 ribu,”pungkas H.Sapoan.

Pihaknya lanjut Haji Sapoan, tidak pernah memaksakan petani untuk mengambil pupuk jenis tertentu dengan jumlah tertentu.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP. Hery Indra Cahyono SH.S.I.K  saat ditanyakan, apakah benar pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap temuan LSM Gempar NTB tersebut via WA-nya oleh Talentafm, Kapolres membenarkanya.

” Ya betul, polres juga membuat satgas terkait pupuk untuk membantu pemerintah dalam rangka distribusi. Khususnya pupuk bersubsidi, agar tepat sasaran dan harga tidak melambung,”kata Kapolres.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.