Home / Beritakini / Tindak Tegas Para Pelaku Yang Diduga “Menggarong” Bantuan Nelayan

Tindak Tegas Para Pelaku Yang Diduga “Menggarong” Bantuan Nelayan

BERITAKINI talentafmnews.com – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) NTB menjadi wilayah zona budidaya. Teluk Jukung dan teluk Ekas. Karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun anggaran 2020 telah memberikan Kabupaten Lombok Timur bantuan Keramba Jaring Apung (KJA) terbanyak se Indonesia.

Jumlah penerima manfaat Keramba Jaring Apung sekitar 983 orang yang telah dibagi menjadi 73 Kelompok pada tahun anggaran 2020. Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto saat memberikan penyerahan bantuan untuk 73 kelompok nelayan budidaya.

Secara Nasional ada 101 kelompok nelayan budidaya ikan (Pokdakan) yang menerima bantuan KKP dan Kabupaten Lombok Timur menerima bantuan program dari KKP paling banyak dengan anggota kelompok berjumlah 983 oran. Sisanya tersebar di berbagai daerah lain di Indonesia.

Pengembangan budidaya perikanan, dalam hal ini Lobster akan dipadukan dengan wisata bahari. Keramba Jaring Apung (KJA) akan ditata sedemikian rupa agar terlihat lebih tertata sehingga wisatawan merasa betah dan nyaman.

“Namun kalau kita telisik, bantuan KJA tahun anggaran 2020 banyak yang sudah diperjualbelikan. Begitu data yang kami dapatkan di lapangan.” Ungkap Lalu Wink Haris, Pembina Kasta NTB.

“Selain itu juga, perlu kita kaji ulang terkait berapa besar anggaran yang dikeluarkan pusat untuk bantuan KJA bagi masyarakat nelayan. Ini harus ada transparansinya, jangan ujuk-ujuk mendatangkan barang dengan berbentuk KJA. Ini kan uang negara, jadi kita perlu tahu.” Sambungnya.

“Bantuan bibit pada tahun 2020 itu juga saya melihat data sangat tidak relevan. Banyak dari beberapa pihak mendapat durian runtuh. Padahal, program ini diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan, namun masih ada banyak bancakan yang dilakukan beberapa oknum untuk mengambil keuntungan.” Sesalnya.

“Jadi harapan saya adalah , APH dalam hal ini perlu turun ke lapangan untuk mengecek kondisi lapangan, melihat bantuan KJA yang sudah diberikan kepada masing-masing kelompok, apakah KJA itu masih dipegang oleh masing-masing kelompok atau sudah banyak yang berpindah tangan. Seperti contoh yang baru-baru ini ditemukan, KJA mau diperjualbelikan ke Surabaya.” Pinta Pembina Kasta NTB tersebut.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.