Home / Beritakini / Tukang Tagih PNM Diduga Lakukan Intimidasi, Gempar NTB Lakukan Hearing

Tukang Tagih PNM Diduga Lakukan Intimidasi, Gempar NTB Lakukan Hearing

BERITAKINI talentafmnews.com – Tukang tagih atau petugas PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar di NTB diduga lakukan Intimidasi, LSM Gempar NTB pada senin 14/2/2022 melakukan hearing ke Kantor PNM Arena Janapria Lombok Tengah.

Sekjen LSM Gempar NTB, Suburman pada kesempatan tersebut menyampaikan, kedatangnya ke kantor PNM tersebut untuk melakukan hearing publik dan klarifikasi atas sejumlah hasil investigasi terkait PNM tersebut.

“Sesuai hasil ivestigasi Gempar NTB Lombok Tengah, Kang Hakim dan Kawan-kawan dilapangan ada ditemukan sejumlah di lapangan,”kata Suburman.

Masalah itu lanjut Suburman antara lain, petugas lapangan diduga melakukan intimidasi terhadap nasabah apabila tidak mampu setor tagihan pada waktu jatuh tempo.

“Tukang tagih harus mencari nasabah ampai pada waktu jam istirahat, antara pukul 19.00 hingga jam 23.00 malam,”ungkap Suburman.

Selain itu lanjut Suburman, saat menagih hutang kepada nasabahnya, petugas diduga tidak beretika. Dengan melakukan penagihan di tempat umum yang membuat nasabah tidak nyaman.

“Beberapa tempat di Lombok Tengah, masyarakat tiba-tiba ditagih tanpa pernah mengajukan permohonan pinjaman dan berpotensi mencemari nama baik. Dan diduga memalsukan tanda tangan dan dokumen,”ungkap Suburman.

Kepala kantor diduga melakukan intimidasi terhadap karyawan, karena diharuskan bekerja diluar jam kerja yakni hingga pukul 19.00 wita hingga pukul 23.00 wita malam.

Pelayanan pelaksana PNM Mekar yang diduga tidak sesuai dengan standar operasional pelayanan.

Menanggapi hal tersebut,  Kepala Area PNM Mekar Loteng Janapria, Selvi mengakui kalau penagihan terjadi sampai larut malam.

“Tapi kalau ada sampai malam itu, karena ada kesepakatan janji antara pegawai lapangan dengan nasabah untuk kembali lagi sore atau malam,”jelas Selvi.

Terlepas dari berbagai persoalan yang ada, pihaknya lanjut Selvi, berjanji untuk memperbaiki sistem kerjanya.

Termasuk mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan bawahanya kepada nasabah atau ada bawahanya yang melakukan intimidasi kepada petugas lainya.

“Segala aduan dan kritikan kami terima. Terlebih lagi ada kasus terkait yang sedang proses di polres,”tutup Selvi.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.